4 Sertifikasi Profesi Keagamaan teregistrasi BNSP bagi Umat Islam

Urgensi sertifikasi profesi membuka peluang untuk memenangkan persaingan ketenagakerjaan dalam dan luar negeri. Yakni SDM Indonesia yang terampil memiliki standar global dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada. Di Indonesia, Lisensi sertifikasi diatur Peraturan Presiden 10/2019 yakni BNSP. Badan ini memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil. Dengan mitra Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai pelaksana teknis yang melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja profesi di semua bidang pekerjaan. Berikut Sertifikasi Profesi bidang Keagamaan yang bisa diikuti oleh umat Islam di Indonesia;

1. Sertifikasi Amil Zakat

Pengelolaan zakat pastinya harus dikelola secara profesional agar tujuan pemberdayaan ekonomi umat dapat terwujud. Kompetensi amil zakat akan semakin meningkat dan profesionalitas dalam mengemban amanah umat. Profesi Amil ternyata disebutkan dalam Al-Qur’an, oleh karena itu tanggung jawab tidak hanya kepada umat dan institusi, tetapi kepada Allah SWT. Kini Profesi Amil yang sudah diakui negara sesuai amanah UU Pengelolaan Zakat.

Sertifikasi amil ini sendiri memiliki tiga tingkatan yaitu amil dasar, amil madya, dan amil ahli. Materi sertifikasi amil perlu memahami pengumpulan zakat, Fikih Zakat dan Pendayagunaan zakat. Untuk kamu yang memiliki keahlian kamu bisa mendaftar di LSP Baznas yang sebelumnya dapat berlatih di Sekolah Amil. Adapun administrasi untuk asessment 1.500.000 belum termasuk administrasi pendidikannya.

2. Sertifikasi Dewan Pengawas Syariah

Sertifikasi ini khusus bagi calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) di Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Lembaga Bisnis Syariah (LBS), dan Lembaga Perekonomian Syariah (LPS). Jadi Lembaga berkeinginan untuk memiliki Dewan Pengawas Syariah yang tersertifikasi oleh Negara. Dengan Dewan Syariah untuk menjamin pengelolaan manajemen lembaga secara profesional serta sesuai dengan nilai-nilai syariah yang akhirnya meningkatkan kepercayaan publik. Begitu juga keberadaan lembaga dapat semakin bermanfaat lagi bagi umat.   

Lembaga memiliki SDM yang berpengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) dasar kompetensi-kompetensi sebagai pengawas syariah. Yang mana Dewan Pengawas Syariah mampu memahami konsep Regulasi di LKS/LBS, Akuntansi Syariah, Konsep dan Praktik Pemasaran Syariah, Opini Syariah, Akta Perjanjian Syariah, Standart Operational Procedure (SOP) manajemen yang berlandaskan nilai-nilai syariah. Untuk administrasi mengikuti uji kompetensi di LSP MUI sebesar 2.500.000, ini belum termasuk biaya mengikuti pelatihan dasar dewan syariah yang harus diikuti oleh semua peserta.  

3. Sertifikasi Penyelia Halal

sumber: http://www.istockphoto.com

Baru pertama mendengar kata  penyelia halal ya. Penyelia halal merupakan orang internal dari perusahaan yang bertanggung jawab penuh terhadap proses produk halal. Keberadaannya merupakan amanat UU No. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Jadi Ada SDM perusahaan yang bertugas dalam penjaminan produk halal di perusahaannya.

Untuk mengikuti sertifikasi penyelia halal bisa mendaftar di LSP MUI. Dengan unit kompetensi mampu menyusun dokumen Standar Jaminan Halal, Melakukan proses produksi halal, melaksanakan audit internal. Untuk administrasi Asessment sebesar Rp 2.800.000. dan sertifikasi ulang 2.600.000.

4. Sertifikasi Pendidik Al-Qur’an

Sertifikasi Pendidik Al-Qur’an dilaksanakan oleh LSP Daarul Qur’an. Ada enam skema bidang Al-Qur’an yang teregistrasi di BNSP RI. Dimulai dari Skema Tahsin Mubtadi, Tahsin Mutawasith, Tahsin Mahir, Tahfizh Mubtadi, Tahfizh Mutawasith, sampai Skema Tahfizh Mahir. Dengan Materi uji kompetensi terdiri dari makharij al-huruf, sifat al-huruf, ahkam nun sakinan, tanwin, ahkam ro, ahkam mad, waqfu wa al-ibtida’, dan ghoroib al-Qiroah. Kompetensi ini perlu dimiliki oleh para pencinta Al-Qur’an, Penghafal Al-Qur’an, Pendakwah, dan Pendidik Al-Qur’an. Para pemegang sertifikat telah membuktikan dirinya memiliki kompetensi bidang Al-Qur’an dan keahliannya telah diakui oleh negara.   

LSP Daarul Qur’an pada tanggal 18 sampai 20 Juli 2022 akan menggelar Dawrah dan Asessment. 2 hari Dawrah, 1 hari Asessment. Ada potongan 50% hanya kepada 19 pendaftar dalam rangka memperingati milad Daarul Qur’an. Pelatihan dan Asessment dilaksanakan secara offline bertempat di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an. Untuk mengikutinya dapat mendaptar pada link berikut ini bit.ly/miladaqu19 info lengkap akun media sosial Ig/FB www.instagram.com/lsp_daqu

INOVASI UKM; INKUBATOR RINTISAN START UP

Meninjau kembali keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus. Apakah kegiatannya masih relevan dengan perkembangan sosial dan teknologi yang ada, atau sudah tidak relevan lagi. Terlebih peran ganda yang dimiliki mahasiswa, apakah sudah berfungsi maksimal atau tidak, bila tidak, maka UKM tersebut tidak perlu ragu lagi untuk diubah.

Dalam hal ini, Pusat unit kegiatan mahasiswa (UKM) perlu berinovasi. Cara-cara konvensional diganti dengan cara modern. Perubahan mulai dari persfektif UKM, visi, manajemen pengelolaan dan indikator kesuksesan UKM. UKM persfektif 2.0 berasumsi bahwa semua mahasiswa adalah disruptor. Tentunya ini membangkitkan kembali spirit akan fungsi agent of change bagi mahasiswa. Kampus menjadi ‘pabrik’ kaum disruptor.

UKM tidak hanya sekadar kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus non kelas. Dengan spesifik bidang tertentu, sebagai warisan dari mahasiswa terdahulu kepada mahasiswa baru. Beragam UKM ditawarkan kepada mahasiswa baru untuk menjadi anggotanya. Beruntung bila ada UKM yang diminati oleh mahasiswa baru, bila tidak ada, UKM tersebut minim peminatnya.

Unit kegiatan mahasiswa perlu membebaskan mahasiswa bereksplorasi menghadirkan solusi terhadap masalah-masalah yang ada baik berkenaan di lingkungan kampus maupun sosial masyarakat. Desain pengelolaan UKM bisa dikembangkan berbasis projek problem solving dengan mengadopsi gaya rintisan Start Up.

Tiap-tiap mahasiswa memiliki peluang mengusulkan projeknya, mempresentasikan gagasannya secara virtual. Bagi mahasiswa yang belum memiliki ide projek bisa bergabung dengan salah satu projek yang menarik baginya. Munculah kelompok-kelompok mahasiswa sesuai projek yang akan dilakukannya. Dengan minimal tim terdiri dari pengusul ide kreatif, bagian riset, konten kreator, dan marketingnya.

UKM 2.0 berbasis projek problem solving diharapkan lahir beragam solusi yang diinisiasi oleh sekelompok mahasiswa untuk mengerjakan projek baik sosial maupun bisnis.

Bagian kemahasiswaan kampus bertindak sebagai fasilitator dalam pengembangan inkubator projek mahasiswa ini. Dimulai dari penyusunan pedoman projek dan manajemen inkubator, melakukan seleksi, sampai mendampingi pelaksanaan projek mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, bagian kemahasiswaan melibatkan guru besar dan dosen-dosen dalam pelaksanaan inkubator projek mahasiswa. Begitu juga dalam penyedian materi untuk peningkatan keahlian mahasiswa. Bagian mahasiswa juga bisa bekerjasama dengan lembaga lainnya dalam penyediaan materi pelatihan yang lebih beragam lagi, serta berkolaborasi dengan para praktisi sosial dan bisnis dalam menjalankan projek mahasiswa.

Pengujian dan penilaian presentasi ide projek mahasiswa dilakukan oleh Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat kampus. LPPM mereview, memberi saran pengembangan ide projek mahasiswa dan menentukan projek tersebut lolos dan tidak lolos.

Projek mahasiswa yang lolos seleksi dibina dan dibimbing secara langsung oleh para mentor, setelah 2-3 bulan berjalan, mahasiswa melaporkan progresnya. Apakah projek tersebut memiliki prospek yang bagus kedepannya?. Bila iya, projek mahasiswa berpeluang mendapat pendanaan dari investor.

Dengan inovasi UKM 2.0, selagi masih menyandang mahasiswa tanpa hambatan untuk bisa berkiprah dan menjalankan ide solutif atas masalah yang ada di lingkungannya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Masalah hilang, profit datang. Link and match terselesaikan dari projek mahasiswa yang menjadi awal mulai berkarir di dunia kerja.

Yudhi F, Alumni Magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Baik Sangka untuk Baiknya Kehidupan

Sumber gambar: https://muslim.okezone.com/read/2020/07/13/330/2245889/indahnya-berbaik-sangka-kepada-allah-ta-ala

Selalu ada yang baru, materi yang di sampaikan Ustadz Yusuf Mansur disetiap pertemuan, pengajian, pesan-pesan yg disampaikan kepada segenap jamaah yg mendengarkannya. Begitu juga kepada seluruh SDI Daarul Qur’an Group seperti pertemuan Halal Bi Halal online 1442 H malam tadi, Jum’at, 14 Mei 2021.

Kali ini UYM mengajak peserta yg hadir untuk Selalu Berbaik Sangka kepada Allah Swt dengan mengutip QS Ashoffat ayat 87.
Berbaik sangka kepada Robbul Alamin, pencipta seluruh alam. Maka hasil dahsyat dapat diperoleh, karena seluruh alam tunduk dan patuh dengan kekuasaanNya.

Sama seperti metode kajian berkenaan uraian Al-Qur’an yg dipraktekkan UYM, beliau mengeksplorasi ayat Al-Qur’an menjadi satu tema materi yang bisa jadi ada persinggungan antara keadaan dan kondisi yang tengah dihadapi dengan cita dan nilai-nilai ideal dari ajaran Islam. Dimana nilai ideal Islam ini yang sejatinya harus menjadi cara pandang, bersikap, berbicara dan berbuat bagi seorang muslim.

Tema materi yang disajikan menjadi menarik, karena ayat yang dieksplor tidak meninggalkan konteks bagi pendengarnya untuk memberikan penguatan jiwa sebagai solusi, sebagai sahabat yang menemani di tengah kehidupan nyata.

Dengan sudut pandang, bahwa manusia penuh dengan kebutuhan yg ingin terpenuhi, disisi lain manusia banyak kekurangan dan kelemahan. Manusia ingin berdaya, namun mudah goyah oleh ujian dan cobaan. Manusia ingin sukses tapi dibayangi dengan rasa keraguan dan kekuatiran.

Dalam kajian metodologi tafsir, UYM lebih jauh tengah mempraktekkan kontekstualisasi ayat. Dimana penjelasan ayat tidak semata asyik dengan segala keluhuran ilmu tentangnya dan keshahihan ayat yang tidak terbantahkan, namun ayat memiliki level eksplorasi yang dapat menyinggung, mengulas dan menghadirkan suatu kehidupan sejatinya yang perlu diperhatikan segenap pembacanya.

Berbuat sangka kepada Allah Swt
merupakan modal ruhani untuk menjadi Abdullah. Bagi seorang hamba tiada yang dipatuhi, di ikuti, ditaati dan ditakuti hanya pada tuannya seorang. Begitu juga kepatuhan dan ketaatan hanya diberikan kepada tuannya. Tuan pun senang memiliki hamba yang patuh dan nurut. bagi hamba itulah cara aman dan mudah yang dilakukan untuk menyenangkan tuannya. Rasa senang tuan dengan hambanya, dia pun tidak mudah menyiksa dan memberi hukuman bagi hambanya. Ini semacam analogi antara tuan dan hamba yang sama-sama manusia. Bagaimana jadinya jika tuannya merupakan penguasa alam semesta. Dimana tuannya memiliki rasa kasih sayang yang meliputi siksaNya. Tiada segala yang terjadi atas kehendakNya. Hubungan tuan dan hamba bagaikan adalah antara penguasa sejati seluruh alam semesta dengan pemimpin bumi yang telah diwariskan kepadanya.

Jadilah manusia memiliki ‘dimensi’ tuan pada dirinya. Manusia berpikir, maka pikiran itu mewujud. Manusia merasa, rasa itu pun terbentuk. Manusia berbuat baik, kebaikan itu kembali kepada pelaku. Puncaknya, manusia berdoa, Tuhan pun mengabulkan. Begitu juga sebaliknya, tiada keburukan terjadi, karena buruk sangka yang ditanam. Tiada nasib hidup tercipta, karena diawali dari pikiran tentang kehidupan. Dan kehidupan pun baik-baik saja, karena ada ‘Maha Aktor’ dibelakangnya.

Tiada keburukan, didalamnya ada kebaikan. Tiada cobaan yang menimpa, selain sikap sabar yang tumbuh. Tiada kenaikan tingkat, bila tidak ada ujian. Baik sangka pun menjadi pilihan untuk hidup menjadi baik.

Pastinya ajaran berbaik sangka, bukanlah ajaran baru. Dalam term keilmuan manusia telah dikenal sebuah hukum Law of Attraction, hukum tarik menarik. Para ilmuan pun telah mengembangkan hukum ini sedemikian canggih. Tidak hanya untuk mendapatkan apa saja bermodalkan pikiran. Dan menjadikan segala sesuatu tunduk pada alam pikirannya. Dimana jika melepaskan Tuhan didalamnya, maka ia menjadi kosong kembali. Ada namun tanpa arti. Arti yang memberi nilai. Mampunya karena dimampukan oleh TuhanNya.

Inilah yang membedakan pemahaman yang dilandasi ayat dengan pemahaman tanpa ayat.
Bukan berarti Law Of Attraction menjadi tidak benar, ia benar apa adanya, namun benar yang mengundang kekuasaan tuhan didalamnya akan lebih bernilai dan berdaya. Inilai yang dicari seorang muslim.

Maka bunyi seperti ini, Law of Attraction, Pikiran pun telah diizinkan Allah sebagai magnet bagi kehidupan manusia. Kamu menjadi sesuai apa yang kamu pikirkan. Pikiranmu menjadikan kamu. Maka manusia beriman bisa mengoptimalkannya untuk kebaikan, dengan senantiasa menyebut nama Tuhannya.

Tiada daya, tiada upaya, tiada yang ada, karena ada yang mengadakan. Lahaula wala Quwwata illa Billah. Inilah nilai plus bagi seorang muslim yang telah mengikrarkan Allah sebagai Tuhannya. Maka pikiranmu, digantungkan kepada Tuhannya.

Dengan berbaik sangka pada Allah mengundang segala kemukjizatan dan pertolongan dari Allah hadir dalam kehidupan yang dijalani. Para nabi sudah merasakan ini. Tinggal giliran kita semua.

Yudhi F, Kadev Departemen Data Center. Daarul Qur’an Group.

Merdeka Belajar: Disrupsi Pendidikan telah Dimulai

Hampir semua bidang kehidupan kini tengah mengalami disrupsi. Tak pelak bidang pendidikan, tampak disrupsi bidang pendidikan terakselerasi karena pandemi. Saat pelarangan pembelajaran tatap muka diumumkan, pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan yang harus diambil. Meski awalnya hampir semua institusi pendidikan mengalami kegamangan, namun derasnya tuntutan kewajiban untuk tetap menyelenggarakan pendidikan dan adanya fasilitas teknologi yang mendukung, kini setelah dua ramadhan berlangsung, pembelajaran jarak jauh sudah menjadi hal yang biasa. Bak jamur tumbuh subur saat musim hujan, kini berbagai jenis pendidikan, pelatihan, kursus sampai uji sertifikasi dapat dilakukan secara darling.

Lebih dari sekadar perubahan pada metode pembelajaran, disrupsi pendidikan tengah masuk keranah regulasi, sosial budaya dan pada dimensi perkembangan anak.

Disrupsi regulasi dicirikan tidak ada batas pemisah antara formal, non formal dan informal. Tidak ada jarak antara sekolah negeri swasta. Tidak ada dikotomi sekolah di bawah naungan kemendikbud dan madrasah serta pesantrennya Kemenag, bahkan tidak ada sekat dinding antara sekolah dan lingkungan masyarakat. Belajar dapat dilakukan dimana saja, apa saja, dan dengan siapa saja. Ijazah pendidikan hanya sebatas catatan administrasi, profesionalisme dan nilai-nilai mulia menjadi bagian yang melekat pada setiap pembelajar.

Setiap insan adalah pembelajar, setiap insan dapat menjadi guru. Begitu juga, semua institusi dituntut menjadi institusi pembelajar. Dengan semangat belajar dan tuntutan perubahan sosial dan teknologi yang ada menjadikan semua hal bisa dipelajari. Banyak profesi muncul tidak ada fakultas keilmuan perguruan tingginya. Bekerja tak harus menunggu wisuda. Ragam keahlian bisa dipelajari bermodalkan kuota internet. Multitasking menjadi hal mudah dan murah. Inilah Merdeka Belajar.

Merdeka belajar secara nyata menjadikan institusi pendidikan bukan lagi menara gading yang megah, dimana banyak orang yang hanya bisa memandangnya, namun tidak bisa mengapainya.

Empat Bidang, Satu Menteri

Pertahun 2021 resmilah empat bidang yakni Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dipimpin oleh seorang menteri. Bila mencari korelasi keempat bidang tersebut, pendidikan bagian dari kebudayaan. Pendidikan berbasiskan riset. Pendidikan ciptakan teknologi. Berteknologi tanpa melupakan kebudayaan. Maka sosok Menteri Nadiem setidaknya bisa merepresentasikan keempat bidang tersebut.

Peta jalan pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya bisa saja mengalami perluasan setelah empat bidang telah menyatu dalam satu kementerian. Yang pasti, keempat bidang tersebut kini bisa berjalan secara simultan dan terintegrasi. Adanya akselerasi karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, upaya link and match terpecahkan sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di abad 21.

Sembari menunggu peraturan Presiden diterbitkan tentang desain organisasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Diperlukan semangat reformasi birokrasi pada kementerian baru ini.

Birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berkinerja tinggi, birokrasi yang efektif dan efisien, dan birokrasi yang mempunyai pelayanan publik yang berkualitas.

Budaya kerja perusahaan startup bisa jadi diterapkan. Formalitas dalam bekerja bukan menjadi satu-satunya ukuran penilaian kinerja. Waktu kerja fleksibel selama memenuhi durasi yang ditetapkan, ruang kerja yang kece, tidak ada sekat antar ASN sehingga diharapkan bisa membangun komunikasi yang lebih lancar, tidak memiliki jarak antara pegawai dengan atasannya. Pegawai bisa bekerja sama dengan divisi lainnya yang kemudian membuka peluang untuk belajar hal yang baru dengan tidak mengabaikan tugas utamanya. Tiap individu mengambil tanggungjawab sendiri terhadap perannya, bukan hanya dari atasan saja. Serta budaya inovatif dalam menemukan solusi atas permasalahan dan kendala yang dihadapi.

Tentunya masih banyak Pekerjaan Rumah pada keempat bidang pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Dimulai dari permasalahan klasik sampai tantangan-tantangan masa depan yang harus bisa dikendalikan. Dengan rumusan, bila tidak menjadi pemain akan terus menjadi penonton. Bila tidak melakukan perubahan, tiada manfaat yang bisa dipetik di hari esok. Sosok kepemimpinan menjadi penting untuk membawa pada keunggulan.

Pekerjaan rumah bagi Indonesia untuk memiliki sistem pendidikan terbaik dunia dan menjadi pemain ternama dibidang riset dan teknologi.

Amanah mulia untuk membawa kemajuan bidang pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi pastinya perlu dilakukan secara bersama. Tiap individu, tiap instansi adalah sosok perubahan. Semua pihak dapat mengambil peran sesuai posisi masing-masing, di depan dengan memberi teladan, di tengah membangun kemauan, di belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian seperti ungkapan Bapak Pendidikan Indonesia. Ini memberi semangat kepada segenap manusia Indonesia untuk Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar. Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional 2021.

Yudhi F, Deputi Bidang Data Center Daarul Qur’an Group

Penerapan Teknologi Blockchain dalam Pengelolaan Wakaf

sumber https://www.ekrut.com/media/bagaimana-sih-cara-kerja-blockchain

Arus Teknologi Blockchain menawarkan inovasi distruptif pada segala proses bisnis. Teknologi blockchain menyajikan desentralisasi data peer to peer tanpa bantuan pihak ketiga untuk memprosesnya, catatan bersifat abadi tidak bisa diubah. Beberapa penerapan teknologi blockchain antara lain adalah mata uang digital, smart contract dan supply chain management. Untuk pengelolaan wakaf, penerapan blockchain meningkatkan transparansi publik dan menjaga kepercayaan waqif dengan baik.
Ketenaran Bitcoin merupakan satu penerapan dari teknologi canggih yang ada dibelakangnya.

Bitcoin, sering kali digambarkan sebagai cryptocurrency, mata uang virtual atau mata uang digital yang sepenuhnya virtual. Pemilik Bitcoin dapat menggunakan mata uang digital itu sebagai alat pembayaran untuk membeli produk atau membayar jasa. Tercatat (14/04/21) harga 1 Bitcoin sama dengan 925.428.361,90 Rupiah Indonesia.

Kecanggihan teknologi blockchain diterapkan dalam mekanisme perjanjian yang disimpan di database publik dan tidak dapat diubah. Dimana perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode komputer (Smart Contract). Smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga (bank, pemerintah, broker, dll). Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract. Transaksi hanya terjadi ketika kondisi dalam perjanjian terpenuhi.

Dengan teknologi blockchain, pelanggan dapat melihat setiap bagian dari perjalanan produk mereka sebelum tiba di tangan mereka. Pelanggan mendapat informasi produk dengan jelas, kualitas bahan, darimana bahan tersebut berasal serta memastikan sendiri bahwa produk yang mereka beli itu aman untuk mereka. Dengan teknologi blockchain, maka akan lebih mudah dalam identifikasi jika terjadi kecurangan pada salah satu proses rantai pasok.

Tawaran kecanggihan teknologi blockchain akan mendistrupsi pengelolaan bisnis baik yang berorientasi profit maupun sosial. Lantas, bagaimana penerapan teknologi blockchain dalam pengelolaan wakaf.

Eksplorasi Skema Wakaf
Menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf di Indonesia saat ini sangat cukup besar mencapai 2000 triliun dengan luas tanah wakaf 420 ribu hektar dan wakaf uang mencapai Rp188 Trilliun. Kementerian Agama menerangkan jumlah tanah wakaf mencapai 161.579 hektar. Luas aset wakaf yang tersebar 366.595 lokasi menjadi jumlah harta wakaf terbesar di dunia. Jika potensi ini dapat tercapai maka dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi umat.

Pengelolaan wakaf produktif dapat menjadi pintu gerbang penerapan teknologi blockchain. Dimana wakaf dikelola secara profesional dan transparan untuk mampu memproduktifkan donasi, karena pada dasarnya pengelolaan wakaf harus mampu menghasilkan dimana hasilnya dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya (mauquf alaih). Wakaf produktif berpeluang menghasilkan surplus yang berkelanjutan. Surplus wakaf produktif dapat digunakan menjadi sumber dana abadi bagi pembiayaan kebutuhan umat, seperti pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Donasi wakaf dapat berupa benda bergerak, seperti uang dan logam mulia, maupun benda tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan yang dapat dikelola dengan manajemen bisnis.

Pada pengelolaan wakaf produktif yang menerapkan teknologi blockchain, Waqif memiliki informasi penggunaan donasi secara transparan dari nadzir. Waqif dapat memantau penggunaan donasi waqafnya. Apakah sudah sesuai dengan tujuan waqaf produktif yang dimaksudkan diawal atau tidak serta sejauhmana progres peruntukan donasi yang sudah diberikan. Dengan data terdesentrasasi yang transparan, waqif mendapatkan pengalaman dalam berdonasi wakaf. Transparansi penggunaan donasi sebagai jaminan profesionalitas dan akuntabilitas seorang nadzir.

Pengelolaan wakaf produktif dengan menggunakan Blockchain memungkinkan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan wakaf dari dua sisi. Pertama, jika wakif dan nadzir terhubung pada suatu sistem Blockchain, maka transaksi donasi wakaf dapat dilakukan dengan tingkat transparansi yang tinggi. Kedua, apabila wakaf berbasis Blockchain dapat menjangkau nadzir wakaf global, maka sangat mungkin wakif dari suatu negara untuk berwakaf di negara lain, utamanya negara yang membutuhkan pendanaan pembangunan.

Pada tahapan ini, Nadzir baik individu maupun lembaga dituntut mampu mengeksplorasi skema-skema wakaf produktif yang bisa ditawarkan kepada waqif. Waqif dapat memilih skema wakaf produktif yang ditawarkan tanpa harus kuatir penyimpangan donasi yang diberikannya. Terbitnya kebijakan investasi ‘wakaf uang’ dalam SBSN atau Cash Waqf Linked Sukuk Ritel (CWLS Ritel) mengawali eksplorasi wakaf produktif dalam ranah pasar public. Dimana penyaluran imbalan SBSN untuk kegiatan sosial, termasuk infrastruktur sosial yang menjadi aset wakaf.

Beragam skema wakaf yang dikembangkan lembaga wakaf bisa terlihat diwebsite. Wakaf ahli durry, musytarak, dan wakaf khairi baik aset maupun tunai. Wakaf tunai bisa dengan uang, melalui uang, dan mustyarak. Di website lembaga wakaf lain, skema wakaf berupa pembagian Al-Qur’an untuk santri, dan wakaf semen pembangunan pesantren. Eksplorasi skema wakaf produktif yang lebih beragam dapat ditawarkan kepada calon waqif. Bagi waqif sendiri memiliki alternatif donasi wakaf yang menarik baginya.

Kemandirian Pesantren
Membayangkan mekanisme penerapan teknologi blockchain pada skema wakaf produktif untuk membangun kemandirian pesantren. Dimulai dari transaksi donasi pembangunan, pengelolaan data pesantren, kontrak, aset, identitas serta penerapan teknologi blockchain pada pengelolaan dokumen-dokumen digital. Untuk penyimpanan dokumen-dokumen berharga yang terbit di dunia pesantren, dengan menggunakan jaringan blockchain, digitalisasi dokumen ini terjaga dengan keamanan yang tinggi.

Secara struktur transaksional protokol blockchain memfasilitasi tidak hanya transfer mata uang digital, tetapi juga aset digital lainnya. Donasi pada jaringan blockchain dapat dilakukan dengan menggunakan mata uang digital. Baik menggunakan mata uang digital yang sudah beredah dipasar kripto maupun mata uang yang dikembangkan sendiri untuk donasi wakaf berupa token. Transaksi menggunakan token wakaf cryptocurrency di atas jaringan blockchain dapat menjadi solusi berbagai masalah yang dihadapi sistem keuangan konvensional.

Tokenisasi skema waqaf produktif untuk kemandirian pesantren, upaya ini dilakukan untuk membuka kran donasi global. Semua institusi dan semua orang dengan mudah berdonasi bisa dilakukan dengan transparan dan penuh keamanan. Dengan tokenisasi, maka semua mauquf alaih tercatat dengan sejumlah donasi yang dibutuhkan. Token-token dapat diterbitkan untuk membiayai sejumlah proyek untuk membangun kemandirian pesantren. Jumlah token yang diterbitkan sejumlah dana yang dibutuhkan. Token wakaf ini ditransaksikan pada pasar kripto. Seseorang yang berdonasi dalam proyek kemandirian pesantren dengan membeli token yang diterbitkan. Token wakaf menjadi bukti donasi yang telah diberikan pada suatu skema wakaf produktif.

Program tokenisasi skema wakaf produktif untuk kemandirian pesantren berpotensi menghasilkan surplus. Surplus yang ada dapat membeli token wakaf yang lainnya. Atau bisa juga membeli kembali token wakaf yang sudah dimiliki oleh waqif. Pada kondisi ini, harga token wakaf bisa jadi sudah mengalami kenaikan.
Tidak berhenti pada tokenisasi skema wakaf untuk kemandirian pesantren, penerapan teknologi digital menyimpan nomor ID waqif, nomor register sertifikat mauquf alaih, mendata pihak-pihak yang ikut terlibat dalam pengelolaan wakaf kemandirian pesantren.

Dengan menggunakan smart contract akan mendata rantai suplay mulai dari instansi pengelola, kontraktor, sub sub kontraktor dan mitra, dimana transaksi tidak bisa terjadi, jika tidak terpenuhi syarat dan ketentuan yang ada. Transaksi tidak bisa dilakukan, jika tidak pada pihak yang telah terdata sebelumnya. Segala transaksi, dokumen penting, manajemen pengelolaan donasi wakaf semua tercatat secara desentralisasi yang memudahkan penelusuran dalam evaluasi perkembangan proyek kemandirian pesantren.

Loyalty Program untuk Berdonasi
Penggunaan teknologi blokchain dalam pengelolaan wakaf dan penerbitan token wakaf tidak serta merta penghimpunan donasi dapat dilakukan dengan lancar. Kemampuan penerbit token wakaf dalam meyakinkan masyarakat untuk membeli token wakaf menjadi tugas yang perlu dilakukan dengan baik.

Pada tahapan ini penerapan ilmu dan strategi marketing bisa dioptimalkan. Penawaran loyalty program diharapkan membangun kesetiaan untuk berdonasi melalui token wakaf. Loyalty program untuk berdonasi memudahkan anggotanya untuk tetap loyal di campaign tersebut.

Mengelola dan mengimplementasikan program loyalitas untuk berdonasi, dimulai dari mempersiapkan desain, membuat kerangka manajemen, analisis data, hingga pemasarannya. Tentunya tahapan awal dimulai dari edukasi literasi tentang teknologi blockchain, token wakaf, dan literasi tentang wakaf produktif untuk kemandirian pesantren sendiri. Keunggulan teknologi blockchain memiliki value added untuk meningkatkan kepercayaan waqif atas donasi yang telah diberikannya. Waqif yang berada didalam jaringan mendapatkan infromasi yang sama berkenaan pengelolaan peruntukan donasi wakaf yang dilakukannya.

Beragam jenis loyalty program bisa ditawarkan kepada waqif. Pemberian poin, voucher, giveaway, bonus, sertifikat penghargaan, member club untuk memberikan prioritas pada setiap layanan yang ada, pemberian kesempatan untuk menjadi sub sub kontraktor dan mitra dalam rantai pasok yang terjadi. Dengan bekerjasama dengan perusahaan e-wallet loyalty program, bisa saja poin yang diperoleh waqif bisa dikonversikan untuk bisa digunakan kepada layanan yang lain.
Tentunya pengelolaan loyalty program kepada pelanggan tidak sederhana, bahkan jika disepelekan resiko muncul. Blockchain sebagai teknologi baru menyediakan kemudahan dalam pengelolaan reward/loyalty program. Kemudahan yang didapat antara lain efisiensi waktu dan biaya, tingkat kepercayaan pelanggan meningkat.

Pengelolaan wakaf produktif melalui jaringan blockchain menyajikan data dan catatan transaksi yang bisa diakses publik. Setiap entry donasi, setiap pihak-pihak yang terlibat dalam rantai pasok pengelolaan wakaf produktif untuk kemandirian pesantren dapat diketahui secara bersama, sehingga bisa mudah dilakukan penelusuran dan evaluasi dengan cepat bila ada proses yang salah. Catatan pengelolaan wakaf yang terdistribusi akan menghindarkan resiko-resiko penyimpangan. Seiring masifnya penerapan teknologi blockchain dalam aspek kehidupan dan pada pengelolaan wakaf sendiri, kini menemukan momentumnya untuk akselerasi kesejahteraan umat.

Yudhi Fachrudin, Data Center Daarul Qur’an

Sumber Gambar https://slideplayer.info/slide/2721504/

Menerapkan Mindset “Mulai dari Akhir” di Dunia Pendidikan

Tulisan ini diawali dari pernyataan “Mulai dari Akhir”. Bahasa kerennya, Output dan Outcame. Jadi mulai dari melihat dan mengetahui output dan outcame yang ingin dicapai. Ada tujuan besar yang menjadi target prioritas yang ditetapkan diawal. Setelah itu menyusun strategi, langkah, upaya dan program-program agar tujuan itu bisa terwujud dengan berhasil.

Dunia pendidikan, akhir atau output dan outcame tidak semata menghitung rata-rata pencapaian nilai ujian akhir yang diraih siswa-siswinya. lanjut dari itu, output dan outcame bisa mendata serapan dan sebaran di jenjang pendidikan lanjutan, kompetensi, prestasi, nama baik, kiprah, dan karya-karya yang ditunjukkan oleh seluruh siswa lulusannya. disebagian aspek bisa dilihat juga pada siswa-siswinya yang masih mengenyam pendidikan di sana, tidak harus menunggu setelah lulus. Pendataan awal tentang ini sebagai pijakan dalam menyusun program-program layanan.

Cara pandang ini menjadikan siswa, murid, santri sebagai subjek yang dilihat dan dikaji. siswa sebagai subjek dan sekaligus objek dalam menilai keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. baru setelah itu guru dan aspek-aspek penjunjang lainnya. Mudahnya siswa yang brestasi di segala aspek menunjukkan guru yang berprestasi dan lembaga pendidikan yang berprestasi.

Sedikitnya pada siswa kita bisa melihatnya baik aspek kepribadian maupun kebermanfaatan. Kepribadian yang ditunjukkan pada kualitas diri. kebermanfaatan yang dilakukan bagi orang tua, sesama, lebih luas bagi negara dan agama. keduanya dihasilkan, diolah, diasah, dikembangkan oleh lingkungan pendidikan yang memiliki kualitas tinggi dari setiap orang yang terlibat di dalamnya, dan dari setiap program-program layanan yang diberikan.

Kualitas diri yang seperti apa yang diharapkan dari seorang anak didik?. Ini kembali kepada nilai, prinsip, pandangan filosofis dari tujuan keberadaan lembaga pendidikan tersebut ada. nilai-nilai ini yang kemudian ditransferkan, dikembangkan, ditularkan kepada anak didiknya. Dalam catatan saya, minimal diri yang unggul memiliki jiwa yang berintegritas, kompeten, berjiwa sosial, religius atau spiritual, rasa nasionalis, dan humanis. Dengan diri anak didik unggul ini menjadi daya yang menggerakkan untuk menjadi pemimpin, penggerak, pemberi solusi, pembuat ide dan karya yang bermanfaat bagi sesama.

Dimulai dari menjadikan anak didik agar memiliki kepribadian unggul yang tercermin lewat pikiran, ucapan dan tindakan, perjalanan pendidikan dimulai.

Merdeka Belajar ala Menteri Nadiem Makarim

Nama Nadiem Makarim, B.A., M.B.A. langsung saja mencuat namanya di dunia pendidikan tanah air. Sejak awal penunjukkannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak sedikit yang meragukannya. Kiprahnya lebih dikenal sebagai sosok sukses dan mapan di usia muda berkat kelihaiannya meng”Gojek”an Indonesia, yang tentunya tidak berhubungan secara langsung dengan dunia pendidikan. Kebijakan penghapusan ujian nasional (UN) bagi pelajar SMP dan SMA semakin menambah keviralan namanya.

Patut kita apresiasi atas pilihannya melepaskan jabatan pada perusahaan Gojeknya, untuk fokus memajukan pendidikan di negeri urutan ke 371 dalam kemampuan membaca menurut Pisa 2018. Posisi ini lebih rendah di bandingkan negara tetangga, Brunei Darussalam ranking 408 dan Thailand 393. Tanggung jawab besar kini diembannya. Terlebih setelah Pendidikan Tinggi dikembalikan rumahnya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Maka sosok menteri milenial ini mengurus masa depan anak bangsa mulai dari anak kecil di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sampai para kandidat doktor di jenjang pendidikan doktor.

Sepanjang satu sampai dua bulan menjabat nomor satu di dunia pendidikan, apa saja kebijakan yang akan dan telah diambilnya untuk memajukan pendidikan?. Gerak cepat telah diambil oleh Menteri Nadiem Makarim dengan menggagas Kemerdekaan Belajar.

Pertama, penggantian UN menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Kebijakan ini mulai berlaku tahun depan 2021. Tahun 2020 kali terakhir UN diterapkan untuk mendapatkan sertifikat hasil UN. Sesuai Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 pasal 18 yang telah ditanda tangani Menteri Nadiem. Tentunya konsep asesmen kompetensi minimum dan survei karakter satu tahun sebelum pelaksanaannya memerlukan kajian lebih dari berbagai persfektif. Dan yang paling penting, perlu diiringi sosialisasi dan pelatihan yang masif kepada seluruh guru sebagai pelaksana kebijakan ala Nadiem ini.

Kebijakan penghapusan UN telah membangkitkan kembali perdebatan antara madzab kuatitatif dan kualitatif. Dalam pandangan madzab kuantitatif menyimpulkan perlunya data berupa angka untuk dijadikan suatu ukuran tentang mutu pendidikan yang ada. Madzab kuantitatif mengacu pada hasil akhir dari semua proses yang dijalani. Maka lahirlah Ujian Nasional dimulai tahun 2002 sampai 2020.

Tragedi dimulai, saat hasil ujian akhir dijadikan syarat kelulusan bagi siswa. Terjadilah “kepanikan kaum terpelajar” yang seharusnya tidak perlu terjadi. Siswa dipaksa untuk mendapat hasil UN yang melebih target agar lulus. Lembaga bimbingan belajar tumbuh dengan pesat bak jamur di musih hujan, memetik pundi-pundi dari kepanikan orang tua akan nasib anak tercintanya bila sampai tidak lulus UN. Guru di sekolah diberi tugas besar agar melakukan segala cara untuk meningkatkan hasil UN siswa-siswa akhirnya. Beragam kritikan terhadap UN semakin gencar, hingga akhirnya dikembalikan UN hanya sebatas alat ukuran untuk mendapatkan pemetaan kondisi capaian belajar siswa dan bukan menjadi faktor satu-satunya yang menentukan lulus dan tidak lulusnya siswa akhir.

Madzab kualitatif sejak awal sudah menolak UN, Menurutnya pendidikan agar lebih mementingkan nilai-nilai humanisme dalam pendidikan, partisipasi siswa dalam belajar, pengembangan karakter siswa, dan penilaian sebaiknya diserahkan kepada masing-masing guru dan sekolah. Guru memiliki legalitas dan alokasi waktu yang banyak dalam berinteraksi dengan siswanya, sejatinya guru lebih mengetahui perkembangan siswanya secara objektif. Tampaknya kebijakan Kemerdekaan Belajar akan menggaungkan suara-suara dari madzab kualitatif yang sempat diabaikan. Dengan catatan penilaian kompetensi minimum siswa yang akan dijalankan tidak sebatas menguji kemampuan-kemampuan teknis yang perlu dimiliki oleh siswa perjenjangnya, yang dapat menjauhkan dari nilai-nilai humanis yang perlu ditumbuhkan di lingkungan sekolah.

Kedua, pelaksanaan USBN diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing. Sekolah mendapat keleluasaan untuk menyusun, mengembangkan dan melaksanakan ujiannya. Bentuk penilaian berupa portofolio, penugasan, ter tertulis; dan/atau bentuk kegiatan lain yang ditetapkan oleh sekolah. Dengan catatan sekolah wajib menyampaikan nilai ujian tersebut dan nilai rapor kepada Kementerian melalui Data Pokok Pendidikan untuk kepentingan peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan. Lihat Permendikbud Nomor 43 Tahun 2019 pasal 5 dan 9.

Kebijakan menteri Nadiem mengembalikan kembali fungsi guru seutuhnya. Guru tidak hanya bertugas mengajar tetapi juga menilai. Tidak berhenti pada menilai, guru mampu merefleksikan penilaian tersebut untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya. Sekolah sebagai institusi penyelenggara pendidikan dituntut untuk profesional, akuntabel dan berintegritas dalam menyelenggakan penilaian pada satuan pendidikannya. Sekolah harus menjamin semua guru memiliki keleluasaan dalam berkreasi dan berinovasi menyelenggarakan pembelajaran. Sekolah memfasilitasi segala kebutuhan yang diperlukan guru untuk menunjang proses pembelajaran lebih kondusif. Baik guru maupun sekolah dituntut untuk terus meningkatkan kualitasnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan kondusif serta sivitas akademikanya berbahagia dalam belajar dan mengajar.

Ketiga, penyederhanaan rencana pembelajaran yang disusun guru. Mas Menteri Pendidikan ini selalu berpesan agar RPP cukup dibuat satu halaman saja. Rencana pembelajaran hanya berisi tujuan, kegiatan dan asessmen atau penilaian pembelajaran. Tujuannya agar guru dan dosen bisa fokus mengembangkan pembelajaran. Menurutnya, hal penting dalam RPP bukan tentang penulisannya, melainkan tentang proses refleksi guru terhadap pembelajaran yang terjadi.

Konsep perencanaan pembelajaran yang meniscayakan perlunya penyiapan bahan dan strategi sebelum pembelajaran masih tetap berlaku, yang diperbaiki hanya format penyiapannya saja semata. Memang bila mengamati format RPP yang ada saat ini, ada belasan kompenen yang harus ada. Mulai dari identitas sekolah, mata pelajaran, materi, alokasi waktu, pertemuan kali. Pencantuman Kompetensi Inti mulai dari K1, K2, K3 sampai K4 dan Kompetensi Dasar yang perlu merujuk pada peraturan yang ada. Selanjutnya perumusan tujuan, materi ajar, metode, langkah-langkah pembelajaran, penyediaan alat, media, dan sumber belajar diakhiri dengan penilaian. Ini pun harus diketahui dan dinilai oleh kepala Sekolah. Belum selesai RPP ditanda tangani oleh Kepala Sekolah, guru sudah dituntut melakukan penilaian harian kepada seluruh siswa dalam setiap kali per pertemuannya di dalam kelas.

Format RPP yang disederhanakan ala Nadiem Makarim menjadi angin segar bagi guru-guru. Solusi kecil dari beban yang sudah banyak dialami juru ilmu ini. Guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada murid. Efisien berarti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berorientasi pada murid dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar murid di kelas. Guru dapat tetap menggunakan format RPP yang telah dibuat sebelumnya, atau bisa juga memodifikasi format RPP yang sudah dibuat.

Kelas diawali dari pertanyaan-pertanyaan yang menggali pengetahuan anak didik. Sesi menyampaikan materi dengan ceramah dari guru cukup direkam, dan murid bisa menyimaknya di luar kelas. Dalam kelas benar-benar berlangsung pembelajaran yang efektif.

Keempat, fleksibelitas zonasi sekolah. Dimana zona tidak berbasis wilayah administratif melainkan keberadaan sekolah, populasi siswa, dan radius. Jadi jika suatu wilayah tidak ada sekolah, zona bisa diperlebar. Untuk teknis zonasi sekolah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. Selain sistem zonasi, penerimaan peserta didik baru dapat melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali sepanjang memenuhi persyaratan. Cek Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 Bagian Kedua Jalur Pendaftaran PPDB.

Tentu sejak awal ditetapkan peraturan ini menuai protes. Khususnya rasa kekecewaan orang tua yang tidak bisa menitipkan anaknya di sekolah favorit, karena terkendala jarak yang dibatasi oleh peraturan antara sekolah dan rumah tempat tinggalnya. Setidaknya tujuan yang diusung dengan adanya peraturan zonasi sekolah sebagai upaya pemerataan mutu pendidikan dan serapan siswa sekolah tidak hanya berkumpul di sekolah favorit saja. Kebijakan ini justru menghilangkan kastanisasi sekolah atau pembedaan sekolah favorit dan nonfavorit.

Sekolah dituntut untuk menyelenggarakan pendidikannya secara bermutu yang berkualitas. Selanjutnya ini menjadi tugas kementerian pendidikan dan dinas pendidikannya untuk meramu mutu pendidikan berlangsung secara merata di semua sekolah yang ada.

Sementara sekolah fokus dengan adanya peraturan zonasi. Disisi lain, lembaga pendidikan pesantren menerima semua siswa dari berbagai daerah lintas kota dan pulau tidak hanya dalam negeri ada juga dari luar negeri. Keberagaman latar belakang siswa dapat mudah ditemukan di pesantren. Pesantren menjadi miniatur umat Islam Indonesia dan dunia. Dan sekolah untuk siswa setempat saja.

Empat program bertajuk `Merdeka Belajar` merupakan langkah awal dari kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk mencapai kemerdekaan belajar di Indonesia. Masih banyak PR yang harus dikerjakan. Merdeka belajar belum membahas kesejahteraan guru, penyederhanaan kurikulum, dan penyederhanaan kompetensi dasar. Merdeka belajar sejatinya membebaskan guru untuk dapat bebas mengeluarkan pemikiran sebagai bagian dari pembelajaran. Gerak cepat mengejar ketertinggalan dunia pendidikan, tidak menjadikan pendidikan kelinci percobaan dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat populis dan temporer, ini momentum tepat untuk menyusun dan menetapkan blueprint pendidikan Indonesia maju secara komprehensif dan berkesinambungan.

Dapat Income dari Menulis Jurnal Ilmiah

Menulis Jurnal
Menulis Jurnal (Sumber irawancounsalting.com)

Copywriter, penulis konten web, blogger, buku, berita, dan yang lainnya sedikit contoh pekerjaan menulis yang dapat mendatangkan income. Sifat tulisannya mulai dari yang ringan sampai serius. Diantara banyak pilihan untuk menulis, saya mau menambahkan satu daftar list untuk menjadi penulis Jurnal Ilmiah.

Data Kemenristekdikti 2017, kurang lebih ada 70 jurnal ilmiah terakreditasi. Tentu ini masih sangat kurang banyak. Dipastikan jumlah jurnal terakreditasi ini akan terus meningkat setiap tahunnya. Jika 1 jurnal ilmiah terdapat 8 tulisan dalam satu kali terbit, minimal dibutuhkan 560 judul tulisan. Belum lagi tulisan dalam jurnal internasional. Yang pasti penerbit jurnal ilmiah sangat membutuhkan tulisan yang layak dimuat. Setiap tulisan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, penulisnya mendapatkan income. 

Tujuan pembuatan jurnal untuk mengembangkan penelitian yang telah dituliskan. Hasilnya menjadi acuan untuk meneliti tahap selanjutnya. Sehingga proses pengembangan ilmu pengetahuan dapat terus dilakukan. Jurnal ilmiah ditulis secara padat dengan cakupan materi yang luas. Jumlah halamannya terdiri dari 6 hingga 8 halaman.

Berikut cara-cara mudah agar tulisan dimuat di jurnal ilmiah;

Tentukan kajian keilmuan

Memilih satu bidang keilmuan yang hendak ditulis disini. Misalkan pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, atau kedokteran. Dan mengetahui jurnal-jurnal yang membahas bidang keilmuan tersebut. Selanjutnya memilih satu jurnal ilmiah sasaran yang akan dituju. Silahkan dibaca tulisan ilmiah di jurnal ilmiah tersebut, perhatikan ketentutan penulisan ilmiahnya. Dan yang terpenting mendapatkan alamat email atau nomor kontak redakturnya untuk mengirimkan tulisan ilmiah yang dibuat.

Tentukan Tema

Menyusun tema tulisan untuk memudahkan dalam menulis ilmiah. Bisa juga kamu menentukan judul untuk menggambarkan tema tulisan. Baik tema atau judul sebagai ide awal untuk memfokuskan rancangan tulisan ilmiah yang akan ditulis. Semacam membuat outline atau mindmapping (garis besar) dalam tulisan. Ini juga membantu pembaca mengetahui inti jurnal secara keseluruhan tanpa harus membaca jurnal keseluruhan tersebut.

Misalkan temanya, ekonomi parisiwata. Judulnya “Peningkatan Industri Pariwisata Lokal ala Backpacker Jakarta”, “Peluang Usaha Industri Pariwisata di Kalangan Anak Muda Jakarta”, “Strategi Pengembangan Komunitas Traveling dalam Pengembangan Pariwisata Lokal”, “Share Cost Sebagai Suatu Strategi Pengelolaan Dana Perjalanan Liburan”. Dll. Ini sebagai contoh tulisan jurnal ilmiah

Selanjutnya, penelusuran bahan-bahan referensi yang berkesesuaian dengan tema tulisan yang akan ditulis. Dengan cepat bisa di sini. Jika belum menentukan judul, belum memiliki ide, bisa juga mencari bahan terlebih dahulu untuk mendapatkan judul tulisan ilmiah.

Terapkan Susunan Jurnal

Susunan jurnal dimulai dari;

  1. Judul
  2. Nama penulis
  3. Abstrak; tujuan tulisannya untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Cara mudahnya adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum  tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
  4. Pendahuluan; berisi informasi tentang latar belakang masalah. Tujuan dan maksud penulisan ilmiah tersebut, dan bagaimana cara menelitinya.
  5. Hasil dan Pembahasan; bagian inti dari jurnal ilmiah. a. Sajikan data yang ringkas dalam bentuk teks naratif, tabel, maupun gambar yang terkait. b. Penjelasan konsep tema tulisan. Mulai dari definisi dan deskripsinya. Dengan mencantumkan referensi setiap bahan yang dikutip. c. Uraian analisis dari hasil penelitian per bagiannya. Menjelaskan juga kesesuaian dan ketidaksesuaian penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian yang telah ada.
  6. Kesimpulan; berisi penjelasan rangkuman secara ringkas hasil penelitian yang telah dilakukan. Dan dapat mengajukan saran-saran.
  7. Daftar pustaka; semua bahan bacaan yang dijadikan referensi wajib dicantumkan dalam jurnal.

Mulai Menulis Ilmiah

Ini tahapan paling penting, praktik menulis jurnal. Practice Makes Perfect. Awalnya mungkin terasa sulit, karena tidak pernah menulis jurnal sebelumnya. Kendala ini sebenarnya tantangan pada semua pekerjaan apapun. Triknya miliki semangat terus belajar, lingkungan yang saling memotivasi dan memiliki tutor yang handal.

Sedikit trik agar mudah sewaktu menulis jurnal, kamu perlu membaca minimal 5 tulisan ilmiah yang terdapat di jurnal. Tujuannya untuk mendapat gambaran secara global, bagaimana tulisan jurnal itu?, bagaimana cara penulisan jurnal?, serta bagaimana isi tulisan pada masing-masing susunan jurnal ilmiah tersebut?.

Berkolaborasi dengan Penulis Jurnal

Bagi pemula untuk menulis jurnal agar cepat dimuat di jurnal ilmiah, caranya dapat berkolaborasi dengan penulis jurnal ilmiah. Orang ini bisa dijadikan sebagai tutor dalam menulis jurnal. Teknisnya, kamu menyerahkan tulisan ilmiah yang sudah dibuat secara lengkap, diserahkan ke tutor tersebut. Sang tutor mengoreksi dan memberi masukan tulisan ilmiah itu. Hasil koreksiannya, dengan segera kita perbaiki.

Dengan ‘memanfaatkan’ nama penulis jurnal dan keaktifannya dalam menulis jurnal ilmiah, ini sebagai motivasi bagi kamu untuk mampu menulis ilmiah. Bagi redaktur jurnal ilmiah sendiri, adanya nama penulis jurnal yang sudah eksis menjadi pertimbangan untuk memilih tulisan tersebut dimuat dalam jurnalnya.

Mengirim Tulisan ke Jurnal Ilmiah

Tahap yang sangat penting. Yaitu mengirimkan tulisan yang sudah dibuat ke jurnal ilmiah terakreditasi. Jurnal ilmiah diterbitkan pihak perguruan tinggi dan lembaga-lembaga keilmuan lainnya. Pengirimannya cukup via email ke redaksi jurnal yang dituju. Disini dibutuhkan mental pantang menyerah untuk menulis ilmiah, dan senantiasa terus memperbaiki tulisan ilmiahnya.

Bila tulisan ilmiah dimuat di jurnal yang kamu tuju, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kamu. Setidaknya kamu membuktikan bahwa mampu menulis jurnal ilmiah. Selanjutnya, kamu perlu menunggu untuk diinformasikan oleh petugas jurnal mengenai hak yang dapat kamu terima.

Penulis jurnal ilmiah sebagai aktivitas pekerjaan ilmiah. Kamu perlu mengadakan penelitian baik pustaka maupun lapangan. Hasil tulisannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi pembacanya, mendapatkan informasi berdasarkan data dan fakta ilmiah mengenai suatu pembahasan. Pembacanya mengetahui perkembangan suatu hal secara terkini.

Dengan menulis pada jurnal ilmiah, selain mendapatkan income tambahan, lebih dari itu, kamu bisa dapat kepuasan batin layaknya seorang peneliti dan akademisi. Jadi selamat menulis jurnal ilmiah.

Give More Before Get More

givemore_campaign

(sumber http://fundraising.co.uk)

Untuk mendapatkan lebih, caranya berikan lebih. Give More sebelum Get More. Mampu untuk Give more berarti kamu punya nilai lebih bagi orang lain. Dengan kelebihan itu, kamu peduli membantu bagi yang membutuhkan. Pada tahap ini, kamu dipercayai Tuhan untuk menebarkan kebaikan bagi sesama.

Manfaat pola pikir Give More agar kamu tidak menjadi diri yang serakah, individual, dan bermental kerdil. Serakah karena ingin semuanya, padahal diri hanya membutuhkan yang benar-benar dibutuhkan. Bersikap individual tanpa pernah memikirkan dapat membantu dengan yang dimilikinya. Dan bermental kerdil, karena menganggap segala yang dimiliki adalah hasil kerja keras yang dilakukannya tanpa merasakan limpahan kasih sayang Tuhan kepadanya.

Darimana memulai perjalanan Give More?, langkah mudahnya dimulai dari pikiran positif untuk berusaha menjadikan diri dapat memberikan manfaat lebih bagi orang lain. Dan selanjutnya, mengikuti beberapa panduan agar kamu selalu Give More.

Kesatu, Berkarya yang mencerdaskan dan membanggakan

Apa saja dapat dilakukan sebagai sarana untuk menebarkan kebaikan. Dengan berkarya, orang lain mendapatkan ide dan gagasan yang bermanfaat bagi dirinya. Karena sebuah ide adalah bahan untuk karya yang lebih riil, besar dan luas lagi. Maka jika orang tersebut berbuat positif, maka kita pun mendapatkan kebaikan pula, seperti yang orang lain lakukan.

Maka mulailah berkreativitas melahirkan karya-karya yang mencerdaskan dan membanggakan. Sebuah karya yang kehadirannya memberi kemudahan dari yang saat ini terjadi. Dengan sebuah karya tulis, foto, lagu, film, bangunan, aplikasi komputer, alat teknologi, mesin dan beragam bentuk karya lainnya. Yang menunjukkan sebagai sebuah kebanggaan karya anak bangsa.

Kedua, senyuman dan sapaan hangat

Tindakannya kecil dan sederhana, tapi mudah terlewatkan. Kadang menunggu orang lain menyapa terlebih dahulu, kemudian kita menyapanya kembali. Seutas senyum dibibir membuat orang yang tidak kenal memberi senyum balasan. Perlu proaktif dalam memberikan senyuman dan sapaan kepada tetangga, yang mungkin selama ini sering lihat orangnya, tetapi tidak kenal siapa namanya sama sekali.

Senyuman membuka jalan yang lebih terbuka lagi untuk sekadar mengetahui nama. Bisa jadi sebuah peluang dan pintu rezeki darinya.

Ketiga, mendoakan dan memaafkan semua orang

Berdoa untuk kebaikan diri sendiri itu baik, lebih baik dan mulia lagi mendoakan untuk kebaikan semua makhluk. Dengan mendoakan orang lain adalah tanda kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Perlu keluasan jiwa untuk mengikhlaskan segala yang telah terjadi, sekalipun mendapat perlakuan yang tidak berkenan.

Keempat, Memberi solusi bantuan untuk memudahkan dan membahagiakan orang lain

Kebermanfaat dalam hidup untuk selalu memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkan. Saling tolong antar sesama manusia melewati sekat-sekat perbedaan yang ada, menembus batas geografis tanpa menyurutkan untuk membantu sesama. Dengan menanam Mindset, Mereka sedang membutuhkan bantuan, apa yang saya bisa lakukan?”.

Kelima, bersedekah

Langsung praktekkan saja, “Bersedekahlah”. Ini adalah aksi dan bukti kamu Powerfull untuk selalu Give More. Tidak perlu ragu-ragu, tidak perlu bingung apa yang harus kamu sedekahkan, tidak perlu menunggu kamu memiliki yang bisa disedekahkan.

Beragam keutamaan harta yang kamu sedekahkan;

pertama, mengurangi dosa, mensucikan jiwa, dan menutup pintu marabahaya,

kedua, mendapat balasan yang berlipat. Salah satu ketentuannya, belum dapat merasakan level dua, bila level satunya masih harus dibenahi. Ini saja sudah untung, kamu mensucikan diri melalui sedekah. Terus lakukan sedekah, tiba masanya naik level dua.

Bila kamu sudah bersedekah, silahkan kamu tulis di kolom komentar, apa yang kamu rasakan?. Kamu masih di level satu atau dua.

Dengan 5 cara ini, kita membiasakan diri untuk selalu Give More sebelum Get More. Ini sebagai jalan bahwa keberlimpahan, kebahagiaan, dan kesuksesan dicapai melalui apa yang sudah kita berikan kepada orang sebanyak-banyaknya?. Orang lain merasakan manfaat akan keberadaan diri kita. Ini sekilas jalan para utusan Tuhan.

 

Ini 5 Situs Penyedia Jurnal Ilmiah GRATIS

moraref

Tampilan Situs Penyedia Tulisan Ilmiah

Mau membaca jurnal nasional secara online?. Atau mau mencoba menulis tulisan ilmiah?. Ini 5 situs penyedia tulisan ilmiah yang wajib kamu kunjungi. Terlebih bagi mahasiswa yang sedang membuat makalah dari dosennya. Cukup hitungan menit, kamu sudah punya bahan bacaan jurnal yang sangat melimpah. Selanjutnya kamu siap untuk menulis karya ilmiah.

Sengaja hanya menuliskan 5 situs saja, padahal masih banyak lagi, ini agar kamu lebih mudah saja untuk segera mengaksesnya. Dengan 5 portal ini saja, isinya sudah sangat lengkap. Persiapan kamu sesekali menulis untuk dimuat di jurnal ilmiah.

Apa perbedaan masing-masing 5 situs penyedia tulisan ilmiah ini?. Maka kita perlu mengulas satu persatunya. Yang jelas masing-masing situs ini memiliki perbedaan dan ciri khasnya tersendiri, apalagi tampilannya. Jika kamu ingin membuat semacam website yang lengkap menyajikan beragam tulisan terkait satu bidang, misalkan tentang traveling, maka pengetahuan ini sangat bermanfaat buat kamu.

  1. Portal Garuda

lipi

Terdapat 3000 jurnal Indonesia yang disertakan dalam database portal ini. Awalnya diprakarsai oleh Bagian Institut Lanjutan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (IAES) Indonesia. Indeks Publikasi Indonesia (IPI) dirancang untuk browsing, pengindeksan, abstrak, pemantauan dan peningkatan standar publikasi ilmiah di Indonesia.

Dengan sistem pengelolaan jurnal OJS (Open Journal System) membuka lembaga lain yang memiliki jurnal dapat terakses juga melalui portal ini. Caranya dengan mengisi form yang disediakan di web http://portalgaruda.org/?ref=about&mod=newsuggest.

Fasilitas utama yang disediakan dalam portal garuda IPI adalah :

  1. Pencarian; meliputi pencarian artikel, pencarian penulis, pencarian sumber (jurnal dan prosiding), pencarian penerbit
  2. Penelusuran; meliputi penelusuran sumber Penerbit, sumber Jurnal/Prosiding, penelusuran artikel
  3. Unduhan Sitasi; Fasilitas ini untuk memudahkan para pengunjung mengunduh metadata artikel yang disebut dengan sitasi dengan beberapa format seperti BibTex dan RIS (EndNote,Procite)
  4. Unduhan fulltext dalam format PDF; Para pengunjung bisa mengunduh fulltext dalam format PDF secara mudah.
  5. Laporan Jurnal (journal Report); Pengelola jurnal maupun bisa melihat laporan akses ke jurnal yang ada di IPI. Laporan meliputi jumlah paper yang dilihat oleh pengunjung, fulltext PDF yang didownload, dan laporan mengenai sebaran kota di seluruh dunia yang mengakses artikel jurnal tersebut. Dalam laporan juga menampilkan statistik artikel yang paling banyak diunduh.

2. Jurnal LIPI

ejurnal lipi

Portal ini langsung dikelola Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI). Berisi jurnal-jurnal dari beragam perguruan tinggi dibawah kementerian ristek dan pendidikan tinggi. Apabila kamu sudah masuk ke link nya, beragam tema-tema tulisan yang dapat diakses.

Fasilitas utama mulai dari pencarian, unduhan format PDF sampai panduan bagi penulis yang hendak mengirim tulisannya ke portal ini.

3. Moraref 

Portal akademik yang kedua ini diinisiasi oleh Kementrian Agama untuk mendorong dan membantu digitalisasi dan indeksasi jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Islam. Dalam pengelolaannya oleh Asosiasi Pengelola Jurnal, Penerbit Universitas dan Lembaga Penelitian.

Tujuan portal ini mendorong dan membantu digitalisasi jurnal ilmiah yang diterbitkan lembaga-lembaga di bawah Perguruan Tinggi Islam baik negeri maupun swasta, memfasilitasi proses indeksasi artikel terbitan, dan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk proses digitalisasi dan indeksasi. Sampai Maret 2018, MORAREF sudah berhasil menjaring 850 judul jurnal.

Fasilitas utama yang disediakan di situs Moraref

  1. Pencarian; meliputi pencarian artikel, jurnal, penulis dan penerbit
  2. Unduhan fulltext; para pengunjung mengunduh banyak artikel dengan format PDF secara mudah.
  3. Service; mengadakan pelatihan-pelatihan dalam mengelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi Islam. Pelatihan bagi para penulis jurnal. Dan pelatihan Sistem Journal Online (OJS).
  4. Announcements; menginformasikan agenda-agenda kegiatan Call for Paper dan Workshop Kelola OJS.

4. Google Scholar

Satu lagi fasilitas dari Google untuk memudahkan mencari tulisan-tulisan ilmiah dari jurnal online dan publikasi ilmiah. Kamu cukup mengklik tema yang dicari, maka sudah tersedia banyak tulisan yang bisa kamu donwload secara gratis. Tidak hanya tersedia artikel, kamu juga bisa dapatkan file buku-buku. File yang tersedia berformat PDF. Selain mengunduh file, kamu juga bisa melinkkan tulisan ilmiah di blog yang kamu punya ke Google Scholar ini. Jadi tulisan ilmiah kamu masuk Google Scholar deh.

Fasilitas di Google Scholar;

  1. Cariberbagai sumber dari satu tempat yang praktis.
  2. Temukanmakalah, abstrak, dan kutipan.
  3. Telusurimakalah lengkap melalui perpustakaan atau web.
  4. Pelajarimakalah penting dalam bidang penelitian apapun.

5. Academia Edu

academia

Academia Edu adalah portal berbagi dan memfollow para penulis makalah di seluruh dunia. Terdapat 60.748.347 yang sudah bergabung di web ini. Untuk bisa mengaksesnya via akun Google, Facebook atau email yang kamu punya.

Jika kamu sudah masuk ke academia, secara otomatis kamu sudah punya akun di academia. Dengan akun ini kamu bisa mengupload tulisan-tulisan ilmiah yang kamu punya. Kamu juga bisa mendonwload tulisan-tulisan ilmiah secara bebas dan gratis. Format filenya bisa Word dan PDF.

Fasilitasnya penelurusan, donwload file, upload file, analitik perkembangan tulisan kamu, komentar, dan jika ingin lebih lagi fasilitasnya kamu bisa mengupgradenya menjadi Premium.

Jika ingin lebih mengetahui lagi tentang Academia, kamu bisa cek akun saya di https://fitk-uinjkt.academia.edu/YudhiFachrudin. Ada 15 file tulisan yang sudah saya upload. Ada satu tulisan dengan 53, 882 viewernya.

Jadi selanjutnya, silahkan cari bacaan-bacaan ilmiah yang kamu inginkan dengan mudahnya, dan selamat menulis jurnal ilmiah.