Dapat Income dari Menulis Jurnal Ilmiah

Menulis Jurnal
Menulis Jurnal (Sumber irawancounsalting.com)

Copywriter, penulis konten web, blogger, buku, berita, dan yang lainnya sedikit contoh pekerjaan menulis yang dapat mendatangkan income. Sifat tulisannya mulai dari yang ringan sampai serius. Diantara banyak pilihan untuk menulis, saya mau menambahkan satu daftar list untuk menjadi penulis Jurnal Ilmiah.

Data Kemenristekdikti 2017, kurang lebih ada 70 jurnal ilmiah terakreditasi. Tentu ini masih sangat kurang banyak. Dipastikan jumlah jurnal terakreditasi ini akan terus meningkat setiap tahunnya. Jika 1 jurnal ilmiah terdapat 8 tulisan dalam satu kali terbit, minimal dibutuhkan 560 judul tulisan. Belum lagi tulisan dalam jurnal internasional. Yang pasti penerbit jurnal ilmiah sangat membutuhkan tulisan yang layak dimuat. Setiap tulisan yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah, penulisnya mendapatkan income. 

Tujuan pembuatan jurnal untuk mengembangkan penelitian yang telah dituliskan. Hasilnya menjadi acuan untuk meneliti tahap selanjutnya. Sehingga proses pengembangan ilmu pengetahuan dapat terus dilakukan. Jurnal ilmiah ditulis secara padat dengan cakupan materi yang luas. Jumlah halamannya terdiri dari 6 hingga 8 halaman.

Berikut cara-cara mudah agar tulisan dimuat di jurnal ilmiah;

Tentukan kajian keilmuan

Memilih satu bidang keilmuan yang hendak ditulis disini. Misalkan pendidikan, sosial, ekonomi, teknologi, atau kedokteran. Dan mengetahui jurnal-jurnal yang membahas bidang keilmuan tersebut. Selanjutnya memilih satu jurnal ilmiah sasaran yang akan dituju. Silahkan dibaca tulisan ilmiah di jurnal ilmiah tersebut, perhatikan ketentutan penulisan ilmiahnya. Dan yang terpenting mendapatkan alamat email atau nomor kontak redakturnya untuk mengirimkan tulisan ilmiah yang dibuat.

Tentukan Tema

Menyusun tema tulisan untuk memudahkan dalam menulis ilmiah. Bisa juga kamu menentukan judul untuk menggambarkan tema tulisan. Baik tema atau judul sebagai ide awal untuk memfokuskan rancangan tulisan ilmiah yang akan ditulis. Semacam membuat outline atau mindmapping (garis besar) dalam tulisan. Ini juga membantu pembaca mengetahui inti jurnal secara keseluruhan tanpa harus membaca jurnal keseluruhan tersebut.

Misalkan temanya, ekonomi parisiwata. Judulnya “Peningkatan Industri Pariwisata Lokal ala Backpacker Jakarta”, “Peluang Usaha Industri Pariwisata di Kalangan Anak Muda Jakarta”, “Strategi Pengembangan Komunitas Traveling dalam Pengembangan Pariwisata Lokal”, “Share Cost Sebagai Suatu Strategi Pengelolaan Dana Perjalanan Liburan”. Dll. Ini sebagai contoh tulisan jurnal ilmiah

Selanjutnya, penelusuran bahan-bahan referensi yang berkesesuaian dengan tema tulisan yang akan ditulis. Dengan cepat bisa di sini. Jika belum menentukan judul, belum memiliki ide, bisa juga mencari bahan terlebih dahulu untuk mendapatkan judul tulisan ilmiah.

Terapkan Susunan Jurnal

Susunan jurnal dimulai dari;

  1. Judul
  2. Nama penulis
  3. Abstrak; tujuan tulisannya untuk mencerna secara singkat isi jurnal. Cara mudahnya adalah mengutip poin yang paling penting di setiap bagian jurnal. Kemudian menggunakan poin-poin untuk menyusun sebuah deskripsi singkat tentang studi Anda. Bagian abstrak harus menyajikan sekitar 250 kata yang merangkum  tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
  4. Pendahuluan; berisi informasi tentang latar belakang masalah. Tujuan dan maksud penulisan ilmiah tersebut, dan bagaimana cara menelitinya.
  5. Hasil dan Pembahasan; bagian inti dari jurnal ilmiah. a. Sajikan data yang ringkas dalam bentuk teks naratif, tabel, maupun gambar yang terkait. b. Penjelasan konsep tema tulisan. Mulai dari definisi dan deskripsinya. Dengan mencantumkan referensi setiap bahan yang dikutip. c. Uraian analisis dari hasil penelitian per bagiannya. Menjelaskan juga kesesuaian dan ketidaksesuaian penelitiannya dengan hasil penelitian-penelitian yang telah ada.
  6. Kesimpulan; berisi penjelasan rangkuman secara ringkas hasil penelitian yang telah dilakukan. Dan dapat mengajukan saran-saran.
  7. Daftar pustaka; semua bahan bacaan yang dijadikan referensi wajib dicantumkan dalam jurnal.

Mulai Menulis Ilmiah

Ini tahapan paling penting, praktik menulis jurnal. Practice Makes Perfect. Awalnya mungkin terasa sulit, karena tidak pernah menulis jurnal sebelumnya. Kendala ini sebenarnya tantangan pada semua pekerjaan apapun. Triknya miliki semangat terus belajar, lingkungan yang saling memotivasi dan memiliki tutor yang handal.

Sedikit trik agar mudah sewaktu menulis jurnal, kamu perlu membaca minimal 5 tulisan ilmiah yang terdapat di jurnal. Tujuannya untuk mendapat gambaran secara global, bagaimana tulisan jurnal itu?, bagaimana cara penulisan jurnal?, serta bagaimana isi tulisan pada masing-masing susunan jurnal ilmiah tersebut?.

Berkolaborasi dengan Penulis Jurnal

Bagi pemula untuk menulis jurnal agar cepat dimuat di jurnal ilmiah, caranya dapat berkolaborasi dengan penulis jurnal ilmiah. Orang ini bisa dijadikan sebagai tutor dalam menulis jurnal. Teknisnya, kamu menyerahkan tulisan ilmiah yang sudah dibuat secara lengkap, diserahkan ke tutor tersebut. Sang tutor mengoreksi dan memberi masukan tulisan ilmiah itu. Hasil koreksiannya, dengan segera kita perbaiki.

Dengan ‘memanfaatkan’ nama penulis jurnal dan keaktifannya dalam menulis jurnal ilmiah, ini sebagai motivasi bagi kamu untuk mampu menulis ilmiah. Bagi redaktur jurnal ilmiah sendiri, adanya nama penulis jurnal yang sudah eksis menjadi pertimbangan untuk memilih tulisan tersebut dimuat dalam jurnalnya.

Mengirim Tulisan ke Jurnal Ilmiah

Tahap yang sangat penting. Yaitu mengirimkan tulisan yang sudah dibuat ke jurnal ilmiah terakreditasi. Jurnal ilmiah diterbitkan pihak perguruan tinggi dan lembaga-lembaga keilmuan lainnya. Pengirimannya cukup via email ke redaksi jurnal yang dituju. Disini dibutuhkan mental pantang menyerah untuk menulis ilmiah, dan senantiasa terus memperbaiki tulisan ilmiahnya.

Bila tulisan ilmiah dimuat di jurnal yang kamu tuju, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kamu. Setidaknya kamu membuktikan bahwa mampu menulis jurnal ilmiah. Selanjutnya, kamu perlu menunggu untuk diinformasikan oleh petugas jurnal mengenai hak yang dapat kamu terima.

Penulis jurnal ilmiah sebagai aktivitas pekerjaan ilmiah. Kamu perlu mengadakan penelitian baik pustaka maupun lapangan. Hasil tulisannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bagi pembacanya, mendapatkan informasi berdasarkan data dan fakta ilmiah mengenai suatu pembahasan. Pembacanya mengetahui perkembangan suatu hal secara terkini.

Dengan menulis pada jurnal ilmiah, selain mendapatkan income tambahan, lebih dari itu, kamu bisa dapat kepuasan batin layaknya seorang peneliti dan akademisi. Jadi selamat menulis jurnal ilmiah.

Iklan

Ini 5 Situs Penyedia Jurnal Ilmiah GRATIS

moraref

Tampilan Situs Penyedia Tulisan Ilmiah

Mau membaca jurnal nasional secara online?. Atau mau mencoba menulis tulisan ilmiah?. Ini 5 situs penyedia tulisan ilmiah yang wajib kamu kunjungi. Terlebih bagi mahasiswa yang sedang membuat makalah dari dosennya. Cukup hitungan menit, kamu sudah punya bahan bacaan jurnal yang sangat melimpah. Selanjutnya kamu siap untuk menulis karya ilmiah.

Sengaja hanya menuliskan 5 situs saja, padahal masih banyak lagi, ini agar kamu lebih mudah saja untuk segera mengaksesnya. Dengan 5 portal ini saja, isinya sudah sangat lengkap. Persiapan kamu sesekali menulis untuk dimuat di jurnal ilmiah.

Apa perbedaan masing-masing 5 situs penyedia tulisan ilmiah ini?. Maka kita perlu mengulas satu persatunya. Yang jelas masing-masing situs ini memiliki perbedaan dan ciri khasnya tersendiri, apalagi tampilannya. Jika kamu ingin membuat semacam website yang lengkap menyajikan beragam tulisan terkait satu bidang, misalkan tentang traveling, maka pengetahuan ini sangat bermanfaat buat kamu.

  1. Portal Garuda

lipi

Terdapat 3000 jurnal Indonesia yang disertakan dalam database portal ini. Awalnya diprakarsai oleh Bagian Institut Lanjutan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan Indonesia (IAES) Indonesia. Indeks Publikasi Indonesia (IPI) dirancang untuk browsing, pengindeksan, abstrak, pemantauan dan peningkatan standar publikasi ilmiah di Indonesia.

Dengan sistem pengelolaan jurnal OJS (Open Journal System) membuka lembaga lain yang memiliki jurnal dapat terakses juga melalui portal ini. Caranya dengan mengisi form yang disediakan di web http://portalgaruda.org/?ref=about&mod=newsuggest.

Fasilitas utama yang disediakan dalam portal garuda IPI adalah :

  1. Pencarian; meliputi pencarian artikel, pencarian penulis, pencarian sumber (jurnal dan prosiding), pencarian penerbit
  2. Penelusuran; meliputi penelusuran sumber Penerbit, sumber Jurnal/Prosiding, penelusuran artikel
  3. Unduhan Sitasi; Fasilitas ini untuk memudahkan para pengunjung mengunduh metadata artikel yang disebut dengan sitasi dengan beberapa format seperti BibTex dan RIS (EndNote,Procite)
  4. Unduhan fulltext dalam format PDF; Para pengunjung bisa mengunduh fulltext dalam format PDF secara mudah.
  5. Laporan Jurnal (journal Report); Pengelola jurnal maupun bisa melihat laporan akses ke jurnal yang ada di IPI. Laporan meliputi jumlah paper yang dilihat oleh pengunjung, fulltext PDF yang didownload, dan laporan mengenai sebaran kota di seluruh dunia yang mengakses artikel jurnal tersebut. Dalam laporan juga menampilkan statistik artikel yang paling banyak diunduh.

2. Jurnal LIPI

ejurnal lipi

Portal ini langsung dikelola Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI). Berisi jurnal-jurnal dari beragam perguruan tinggi dibawah kementerian ristek dan pendidikan tinggi. Apabila kamu sudah masuk ke link nya, beragam tema-tema tulisan yang dapat diakses.

Fasilitas utama mulai dari pencarian, unduhan format PDF sampai panduan bagi penulis yang hendak mengirim tulisannya ke portal ini.

3. Moraref 

Portal akademik yang kedua ini diinisiasi oleh Kementrian Agama untuk mendorong dan membantu digitalisasi dan indeksasi jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Islam. Dalam pengelolaannya oleh Asosiasi Pengelola Jurnal, Penerbit Universitas dan Lembaga Penelitian.

Tujuan portal ini mendorong dan membantu digitalisasi jurnal ilmiah yang diterbitkan lembaga-lembaga di bawah Perguruan Tinggi Islam baik negeri maupun swasta, memfasilitasi proses indeksasi artikel terbitan, dan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk proses digitalisasi dan indeksasi. Sampai Maret 2018, MORAREF sudah berhasil menjaring 850 judul jurnal.

Fasilitas utama yang disediakan di situs Moraref

  1. Pencarian; meliputi pencarian artikel, jurnal, penulis dan penerbit
  2. Unduhan fulltext; para pengunjung mengunduh banyak artikel dengan format PDF secara mudah.
  3. Service; mengadakan pelatihan-pelatihan dalam mengelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi Islam. Pelatihan bagi para penulis jurnal. Dan pelatihan Sistem Journal Online (OJS).
  4. Announcements; menginformasikan agenda-agenda kegiatan Call for Paper dan Workshop Kelola OJS.

4. Google Scholar

Satu lagi fasilitas dari Google untuk memudahkan mencari tulisan-tulisan ilmiah dari jurnal online dan publikasi ilmiah. Kamu cukup mengklik tema yang dicari, maka sudah tersedia banyak tulisan yang bisa kamu donwload secara gratis. Tidak hanya tersedia artikel, kamu juga bisa dapatkan file buku-buku. File yang tersedia berformat PDF. Selain mengunduh file, kamu juga bisa melinkkan tulisan ilmiah di blog yang kamu punya ke Google Scholar ini. Jadi tulisan ilmiah kamu masuk Google Scholar deh.

Fasilitas di Google Scholar;

  1. Cariberbagai sumber dari satu tempat yang praktis.
  2. Temukanmakalah, abstrak, dan kutipan.
  3. Telusurimakalah lengkap melalui perpustakaan atau web.
  4. Pelajarimakalah penting dalam bidang penelitian apapun.

5. Academia Edu

academia

Academia Edu adalah portal berbagi dan memfollow para penulis makalah di seluruh dunia. Terdapat 60.748.347 yang sudah bergabung di web ini. Untuk bisa mengaksesnya via akun Google, Facebook atau email yang kamu punya.

Jika kamu sudah masuk ke academia, secara otomatis kamu sudah punya akun di academia. Dengan akun ini kamu bisa mengupload tulisan-tulisan ilmiah yang kamu punya. Kamu juga bisa mendonwload tulisan-tulisan ilmiah secara bebas dan gratis. Format filenya bisa Word dan PDF.

Fasilitasnya penelurusan, donwload file, upload file, analitik perkembangan tulisan kamu, komentar, dan jika ingin lebih lagi fasilitasnya kamu bisa mengupgradenya menjadi Premium.

Jika ingin lebih mengetahui lagi tentang Academia, kamu bisa cek akun saya di https://fitk-uinjkt.academia.edu/YudhiFachrudin. Ada 15 file tulisan yang sudah saya upload. Ada satu tulisan dengan 53, 882 viewernya.

Jadi selanjutnya, silahkan cari bacaan-bacaan ilmiah yang kamu inginkan dengan mudahnya, dan selamat menulis jurnal ilmiah.

 

To Be Dosen Now

20170926_170006

Teman-teman Dosen Paracendekia

Sebelumnya, apa kamu pernah membayangkan jadi seorang dosen?. Atau kamu hanya ingin tahu saja bagaimana kisah Dosen Now?. Tulisan ini dikhususkan buat kamu yang benar-benar kepengen menjadi dosen?. Dijamin setelah baca tulisan ini, kamu betah menjadi mahasiswa/i di kampus tercinta kamu.

Buat yang kepengen menjadi Dosen Now wajib baca tulisan ini. Tulisan Based on True Story saya dan teman-teman dosen lainnya. Jadi sesama dosen itu bisa saling curhat, tidak hanya membahas akademik dan penelitian saja. Kalau ada dosen memberi tugas yang banyak dan berat kepada mahasiswa itu sih pelampiasan atau balas dendam.ha.ha.ha.. tidak semua juga sih, ada dosen yang benar-benar kepengen mahasiswa/inya pintar, rajin baca buku, dan pandai berargumen, tidak suka yang diajarinya kosong melongpong, atau berargumennya tidak tepat atau sok tahu akibat kebanyakan micin.

Ini pengalaman menjadi dosen yang baik. Dosen yang taat dan tertib mengikuti administrasi kedosenan. Tidak sekadar administrasi, bisa jadi dalam mengurusinya lebih sadis dibandingkan mengurus administrasi untuk kepentingan lainnya. Pengurusan administrasi yang berhubungan dengan kantor layanan pemerintah. Kamu bisa curhat disini.

Pertama, dapat SK sebagai dosen dari Ketua kampus tempat mengajar.

Untuk dapat SK, begini ceritanya. Kalau di kampus swasta, harus dan atas persetujuan Bosse, yakni ketua Yayasan. Jika sistem manajemen kampusnya profesional anda beruntung, jika belum, harus mendekat ke Bosse. Ada rumus aneh dan terjadi juga di tempat yang lain, semakin mendekat Bosse, semakin cepat dapat.

Untuk dapat restu Bosse, kalau kamu merasa sebagai dosen yang baik, kamu cuma harus menunjukkan kompetensi dan keloyalan kamu sama lembaga. Cara mudah melihat kompetensi dosen, lihat ijazah S2nya. Dosen itu kuliah magisternya jurusan apa?. Maka bagian akademik atau ketua prodi akan menentukan matakuliah-matakuliah yang bisa kamu ajar. Di SK itu sendiri pun dicantumkan kamu mengampu matakuliah apa saja, minimal ada 3 mata kuliah. Meski praktiknya, kamu sebagai dosen muda dan baru wisuda, perlu sabar hanya mengampu satu mata kuliah saja. Kamu juga harus sabar, untuk mendapatkan SK sebagai dosen dari kampus tidak mudah.

Jadi bagi kamu yang kepengen jadi dosen, syarat pertamanya kamu harus sudah S2, kecuali kampus itu punya engkong kamu. Prodi apa saja yang penting kampusnya legal. Ini syarat administrasi dari negara yang pertama dan utama. Profil jenjang pendidikan dosen sebagai salah satu poin penilaian saat akreditasi kampus.

Sekilas cerita, bisa menyelesaikan S2, perjuangannya tidak mudah. Sewaktu kuliah S2, ada 2 teman saya yang tidak selesai sampai wisuda, gara-gara Tesisnya tidak kelar-kelar. Nanti saya tulis pengalaman saya bagaimana perjuangan menyelesaikan Tesis. Kesannya angker ya, dan memang.

Singkatnya, SK Dosen sudah kamu dapat. Selanjutnya,

Kedua, pengajuan NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional).

Diibaratkan SIM bagi para pengendara. Kalau guru namanya NUPTK (Googling saja kepanjangannya). NIDN dikeluarkan pemerintah, yakni Direktorat Pendidikan Tinggi. Pengajuannya secara online ke website forlapdikti. Jadi pemerintah sudah punya database dosen-dosen se Indonesia baik di kampus negeri atau swasta yang penting legal. Pengajuannya dengan cara mengupload softfile berkas-berkas yang disyaratkan. Jadi kamu harus menscan terlebih dahulu berkas-berkas itu.

Biasanya kampus sudah menunjuk satu staff untuk mengurusi pengajuan NIDN, nah kamu harus jaga komunikasi yang baik dengan satu orang ini. Biar segera diupload berkas-berkasnya. Lalu apa saja berkas-berkasnya?.

Saya mau ceritakan dulu bagaimana perjuangan mendapatkan berkas-berkas. Minimal kamu harus keluar uang, waktu, pikiran dan tenaga. Kamu harus mengurusnya di Rumah Sakit. Sudah tahukan kalau rumah sakit itu tempat beragam orang sakit ada. Padahal kamu sedang tidak sakit atau sedang menengok kerabat kamu yang sedang sakit. Kamu hanya berburu berkas NIDN di rumah sakit.

Ini yang kamu harus dapatkan;

  1. Surat Keterangan Sehat
  2. Surat Bebas Narkoba, kamu harus jalani tes urine, jadi kamu harus kencing yang dimasukkan ke dalam botol kecil. Botolnya bening, jadi keliatan warna kencing kamu. Bening apa kuning mengkilat?.
  3. Menjawab soal tes psikotes kurang lebih 70 pertanyaan.
  4. Pasangan hidup bila kamu belum merit. ha.ha

Dan saya beruntung tes TOEFL belum disyaratkan. Mungkin kamu akan mengalami ini. Yang ini tidak ada di rumah sakit.

Sewaktu kamu mengurusi berkas-berkas ini, kamu akan bertemu sesama profesi dosen yang sedang mengalami nasib yang sama. Kamu tidak sendiri, makanya kamu harus mengantri, terima nama kamu dipanggil petugas untuk giliran dicek.

Sembari duduk di antrian, kamu bisa kenalan dengan orang di sebelah duduk kamu. Saling tanya-tanya, ngajar di kampus apa?, dulu kuliah dimana?, jurusan apa?, ngajar matakuliah apa?. Gajinya berapa?. Obrolannya tidak terlalu lama, karena orang ini kenalan lagi sama cewe.

Kamu tidak nanya, berapa biaya buat ngurusi persyaratan NIDN di Rumah sakit ini?. Minimal 450.000. Ini beda-beda tiap rumah sakitnya. Uang sendiri apa dari kampus?. Beruntung kalau kampus kampus kamu menggantinya, dan terima dengan pasrah, bila bayar dari kantong sendiri.

Untuk mendapatkan hasil tes-tes tadi, kamu harus menunggu, ada yang beberapa jam, ada juga yang beberapa hari. Beda-beda lagi tiap rumah sakitnya. Bila tidak langsung selesai hari itu juga, kamu harus kembali ke rumah sakit di hari lain. Demi untuk mendapatkan selembar keterangan tentang kamu. Demi NIDN.

Demi NIDN juga kamu akan alami, hidup ini terasa masuk ke dalam kotak, sementara kotaknya banyak. Kamu harus pilih satu kotak itu saja, tidak bisa semuanya. Kotak ini adalah kampus, tempat kamu mendaftarkan NIDN. Kalau kamu sudah memiliki NIDN, ingin mengajar di kampus lain, sewaktu lamaran dilihat status NIDN ini, kecuali kamu punya ilmu yang kampus butuhkan. Tiap satu prodi minimal harus ada 6 dosen yang didaftarkan NIDNnya dari prodi tersebut. Ini menjadi poin penilaian saat akreditas prodi.

Setelah semua sudah siap, kamu serahkan ke staff kampus yang mengurusi NIDN, selanjutnya kamu perbanyak berdoa, sedekah, dan fokus untuk mengajar. Tunggu saja kabar bahagianya. Saya menunggu tidak terlalu lama, kurang dua bulan. Dan akhirnya, angka 8 digit dari pemerintah akan kamu dapatkan.

NIDN sudah punya, selanjutnya?..

Tahapan yang Ketiga, pengajuan SKTP (Surat Keterangan Tenaga Pengajar)

Berkas-berkasnya diajukan ke Kopertais (Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta), kalau negeri saya belum tahu. Sistemnya tidak online, masih manual, jadi utusan dari kampus yang harus menyerahkan langsung berkas-berkasnya.

Bila online gangguannya sistem ITnya, kalau manual, seperti pengurusan administrasi layanan dari pemerintah saja. Dimulai dari petugas, berkas yang terselip entah ada di mana, sampai berkasnya hilang tidak ada kabar, belum lagi petugasnya dimutasikan, maka pengajuannya bisa dimulai dari awal lagi. Ini yang saya alami. Saya menunggu kurang lebih satu tahun untuk mendapatkan SKTP ini.

Lucunya pemberitahuan SKTP sudah keluar, diinformasikan via WA. Saya dapatkan dari Group WA Dosen dan beberapa hari kemudian, teman dosen yang mengajar di kampus lain mengirim pesan via WA ke saya, isinya persis seperti yang dishare di group internal kampus. Entah sudah dishare keberapa group dosen-dosen bahwa SKTP saya sudah jadi. Yang belum tinggal dimuat di Koran dan TV.

Alhamdulillah, akhirnya penantian panjang SKTP sudah saya dapatkan. Tapi perjalanan belum selesai, ini selanjutnya…

Tahapan keempat, Pengajuan Kepangkatan Dosen

Di level ini posisi saya berada. Masih ada level selanjutnya, kamu cari sendiri informasinya?. Atau menunggu saya berada di posisi ini. Dan saya akan menuliskannya bila sudah berada di level ini. Doakan saya, saya pasti bisa.

 

NB: Saya baru menulis pengalaman keadministrasian dosen, belum tentang kesejahteraan dosen. Kisahnya lebih seru atau tidak samasekali bagi seorang dosen.